Pikiran Kita Itu Seperti Tanah

Halo semua…. pada hari Jumat kemarin saya ikut lomba dai cilik di sekolah.

Ceritannya saya ikut lomba dakwah itu dengan kondisi kurang tidur. Soalnya malam sebelumnya baru pulang dari study tour di Bandung dan baru sampai rumah jam 12 malam lebih. Saya harus datang jam setengah tujuh pagi ke sekolah. Bisa dibayangkan, saya benar-benar kurang tidur karena tidur cuma empat jam dari jam 12 malam sampai jam empat pagi.

Sampai juga di sekolah jam setengah tujuh pagi. Ketemu guru pembimbing untuk latihan. Tapi naskahnya belom ada karena dipegang guru lain. Jadi akhirnya saya mereka-reka di pikiran saja bagaimana alur dakwahnya. Setelah guru yang bawa naskah datang, latihan sebentar, langsung ke tempat lomba di lain sekolah.

Sampai di tempat lomba sarapan dulu di kantinnya sambil latihan menghapal dan melancarkan gerakannya. Tiba juga giliran naik panggung, ini isi dakwahnya.

20170227_043209000_ios
Foto oleh Ibu Lulu, guru di SDIT Aliya

 “ Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

           . ان الحمدالله نحمده ونستعىنه ونستغفره ونعود به من شرور انفسنا ومن سيءا ت اعمالنا من يهده الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له
قُلْ لَوْ كَانَ الْبَحْرُ مِدَادًا لِكَلِمَاتِ رَبِّي لَنَفِدَ الْبَحْرُ قَبْلَ أَنْ تَنْفَدَ كَلِمَاتُ رَبِّي وَلَوْ جِئْنَا بِمِثْلِهِ مَدَدًا

Katakanlah: “Sekiranya lautan menjadi tinta untuk menulis kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu, sebelum habis ditulis kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula)” (Surat Al-Kahfi: 109)

“ Al-Qur’an di dadaku, kesuksesan di depanku”

Apa kabar semua? Semoga sehat selalu.

Perkenalkan nama saya Mikail Randu Rayyana. Saya akan menyampaikan dakwah tentang pikiran itu sifatnya seperti tanah. Alhamdulillah, hari ini saya berkesempatan untuk menyampaikan tentang pikiran di sini.

Ada yang mengatakan bahwa sesungguhnya medan peperangan terbesar berada di pikiran kita, karena pikiran itu sangat kuat dan dapat mempengaruhi kehidupan seseorang.

Ada pepatah mengatakan:

“Menabur dalam pikiran akan menuai tindakan,
menabur tindakan akan menuai kebiasaan,
menabur kebiasaan akan menuai karakter”

Pikiran kita seumpama tanah, tanah tidak pernah peduli terhadap jenis benih apa yang hendak kita tanam. Jika kita menabur benih jagung, tanah akan meresponnya, lalu menumbuhkan jagung. Apapun yang kita tanamkan dalam pikiran, entah itu hal-hal yang baik atau buruk, pikiran kita akan  segera menerima, merespon, dan menumbuhkannya.

Dan Al-Qur’an juga menjadi penunjuk akal kita.

. وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ ۙ وَلَا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلَّا خَسَارًا

“Dan kami turunkan dari Al-Qur’an suatu yang menjadi penawar, dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (Surat Al-Isra: 82)

Syarat utama agar Allah SWT menjadikan Al-qur’an sebagai penawar ialah, membacanya dengan ikhlas.

Ikhlas maknanya, murni dan bersih
Apapun itu amalannya,
Bersih permulaan amalannya, yaitu niatnya
Bersih ketika pelaksanaan amalannya,
Bersih pula hasil akhirnya
Dan Allah ta’ala dengan senang hati-Nya

كل الناس يتمني انه يدرك امله

“Maka setiap manusia berharap, bahwa ia akan menggapai cita-citanya”

Sekian dari saya, mohon maaf bila ada kata-kata yang kurang berkenan.

Wassalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Setelah lomba makan siang terus kembali ke sekolah lalu salat Jum’at dan pulang naik GrabBike.

Salam.

 

Iklan
Pikiran Kita Itu Seperti Tanah

3 Keunggulan Motor Ayah yang Bobrok

Halo semua…

Setelah sekian lama blog tanpa update, sampai saya lupa mengucapkan selamat tahun baru, akhirnya bisa menulis juga.

Jpeg
Sepeda motor Ayah merk Kanzen Kelana 110 cc tahun 2004.

Kali ini saya kembali menulis tentang sepeda motor ayah saya yang pernah saya tulis di blog ini. Linknya klik di sini. Ternyata meski bobrok, sepeda motor ini punya keunggulan. Langsung to the point saja ya, ini di antaranya:

1. Irit bensin

Jpeg

 

Ternyata motor ayah saya irit juga. Untuk mengetahui kesimpulan ini, saya menghitung dengan cara pengisian bensin. Ayah saya mengisi bensin 2 liter setiap Senin. Artinya bensin habis selama sepekan atau atau lima hari kerja untuk ke stasiun Bogor. Jarak dari rumah saya ke stasiun 7 kilometer sehingga dalam sehari motor ini menempuh jarak 14 kilometer. Maka dalam sepekan total perjalanan menempuh 70 kilometer. Dengan perhitungan ini bensin yang dikonsumsi sepeda motor ini 1 liter untuk 35 kilometer (ngitungnya kira kira saja). Irit kan?

2. Anti maling

Ayahku ini pelupa. Kunci motor ini beberapa kali tertinggal di motor karena buru-buru mengejar kereta. Mungkin ada sebanyak 4 kali. Saat pulang pada malam hari kunci motor masih menempel di tempat yang sama. Artinya motor ini tak ada yang mau mengambilnya. Di rumah juga, motor ini jarang dikunci.

3. Bandel

Umur sepeda motor ini sudah 13 tahun tapi hanya 3 bagian yang diganti yaitu oli mesin setiap 3 bulan, ban belakang karena sudah habis, dan laher roda belakang karena sudah oblak.

Udah segitu dulu tulisannya. Sekarang lagi mikir bisa beli Yamaha Mio drag 225cc punya teman sekelas. Yamaha Mio dia sudah pakai rangka drag full airbrush dan motornya tanpa surat-surat cuma ada sertifikat drag, tapi ayah saya tidak tertarik membelinya. Bagi yang mau beli, motornya sekarang ada di Depok (motor oprekan Ben’s Motor Tasikmalaya) dan harganya 9 juta.

Salam

3 Keunggulan Motor Ayah yang Bobrok

Yamaha 125z, Bebek Super Gesit dari Malaysia

 

Kali ini saya akan menceritakan tentang motor bebek super CBU asal Malaysia yaitu Yamaha 125z.

image
Yamaha 125Z

Mungkin anda pernah mendengar namanya, mungkin juga ada yang pernah melihatnya langsung atau bahkan ada yang pernah memilikinya. Beruntung sekali yang pernah memilikinya karena motor ini adalah motor eksklusif. Populasi motor ini sangat jarang di Indonesia juga harga jual bekasnya sangat mahal.

Yamaha 125z masuk ke Indonesia pada akhir tahun 1999 ketika Indonesia sedang krisis moneter. Mungkin karena itu harganya sangat mahal. Kalau tidak salah harga barunya adalah Rp 20 juta hingga Rp 25 juta lebih.

Walaupun negara sedang krisis moneter dan harga motor sangat mahal untuk ukuran motor bebek, ternyata banyak orang yang membeli motor ini. Soalnya motor ini:
– memiliki mesin yang mengusung mesin dua langkah (tak) berpendingin udara,
– volume silinder 124.3cc,
– Bore x Stroke adalah 53.8 x 54.7mm,
– rasio kompresi 6.5:1,
– tenaga maksimal 17.5ps @ 8000rpm,
– torsi maksimal 1.65Kgf-m @ 7500rpm,
– kapasitas tangki bahan bakar 5.5lt,
– kapasitas oli samping 1.2lt,
– dilengkapi dengan transmisi 6 percepatan,
– kick starter,
– kopling basah,
– aki basah,
– pengapian CDI unlimiter,
– suspensi depan teleskopik,
– suspensi belakang monoshock,
– memiliki sektor pengereman tipe disk brake pada roda depan dan belakang,
– roda depan berdiameter 17″-70/90 dan roda belakang 17″-80/90,
– berat total motor 101kg membuatnya mudah mencapai kecepatan maksimal yaitu 150 km/jam. Gile, motor bebek jaman sekarang mungkin topspeednya cuma 145 km/jam.

Bahkan motor ini saat hari peluncurannya di Indonesia ditunggangi pembalap MotoGP legendaris yaitu alm. Norick Abe di sirkuit Kenjeran Park Surabaya. Mantap…

Sayangnya pada tahun 2004 motor ini dihentikan penjualannya karena saat itu ada pembatasan sepeda motor bermesin 2 langkah. Waktu itu ada juga ada pabrik motor dari Cina yang meniru desain Yamaha 125Z ini. Namanya, Beijing Champ.

Saya sendiri melihat motor ini secara langsung baru 4 kali, yaitu:

-Sepanjang tahun 2013 di sebuah rumah makan Padang di Jalan Raya Pagelaran, Bogor. Kondisinya masih bagus. Saat itu saya belum tahu namanya.
-Di Jalan Raya Kuningan – Waled, tepatnya di daerah Cikancas, Kuningan, Jawa Barat. Kondisinya sudah buruk. Sebenarnya saya kurang yakin kalau motor itu Yamaha Tiara atau Yamaha 125z soalnya motor itu memakai suspensi depan dan handle bar Yamaha Tiara, bisa saja itu adalah Yamaha Tiara yang memakai body belakang Yamaha 125z atau Yamaha 125z yang memakai suspensi depan Yamaha Tiara.
-Di Jalan Pantura antara Cirebon dan Jatibarang, kondisinya juga sudah buruk tapi bodynya masih lengkap.
-Di sebuah jalan kecil di Singapura, yang ini kayaknya baru keluar dari dealer.

image
Beijing Champs (Photo: adicuzzy.wordpress.com)

Ternyata motor ini masih diproduksi di Malaysia dan lulus Euro 3 tapi namanya berubah menjadi Yamaha 125zr

image
Yamaha 125zr produksi 2016

Semoga motor ini bisa hadir lagi di Indonesia.

Sekian.

Salam

Yamaha 125z, Bebek Super Gesit dari Malaysia

Pengalaman Naik Go-Jek

Halo Semua….!

Kali ini saya akan menceritakan pengalaman naik ojek online Go-Jeg. Eits, pasti ada yang aneh saat saya menulis GoJeg dengan “G” huruf akhirnya, bukan “K”. Pada aplikasinya, Go-Jek pun memakai K. Saya jelaskan dulu sejarah ojeg.

g2

Menurut cerita ayah saya yang tak disebutkan sumbernya, ojeg pertama kali muncul di Jakarta Utara (sekitar Ancol dan Tanjung Priok) pada tahun 1969. Dulu kendaraannya sepeda angin, bukan sepeda motor. Orang menyebut menyewa jasa sepeda itu dengan istilah ojeg, kependekan dari “ongkos ngajegang”.

“Ngajegang” itu bahasa Sunda yang artinya mengangkang, posisi penumpang ketika naik sepeda di belakang. Dan “O” adalah ongkos. Kita tahu bahasa Sunda dan Betawi punya hubungan yang dekat karena tempat pemakainya berbatasan di Jakarta dan Bogor. Mungkin juga para pengojeg adalah orang-orang Sunda.

Sehingga ongkos ngajegang artinya tarif untuk mengangkang atau dibonceng. Masyarakat rupanya kurang suka dengan kata ojeg karena lafal “Jeg” kurang enak didengar dan diucapkan, huruf G terlalu menonjok saluran tenggorokan.

Lama kelamaan masyarakat mengganti huruf G menjadi K atau dari ojeg menjadi ojek. Sampai sekarang masyarakat hampir tidak pernah mengucapkan ojeg dan kata ojeg pun mulai hilang ditelan zaman dan berganti menjadi ojek. Kalau dilihat dari sejarahnya, seharusnya Gojek menggunakan huruf G bukan K.

***

Saya menggunakan Gojeg pada hari Senin, 2 Mei 2016, karena terlambat bangun. Seharusnya saya bangun pukul 04.00 tapi baru melek jam 05.45. Saya buru-buru mandi. Ketika sedang memakai baju mobil jemputan tiba. Ibu saya pun meminta Pak Sopir tak usah menunggu karena saya belum sarapan. Ibu lalu memesan Go-Jek.

Setelah selesai sarapan, Gojek pun datang. Kata pengemudinya, dia sempat nyasar dan malah lewat blok belakang. Menurut dia, saya adalah orderan pertamanya di hari Senin karena dia baru saja selesai mandi dan sarapan. Saya pun naik dan memakai helm hijau khas Gojek.

g1
Foto dulu sebelum berangkat 🙂

Sialnya saat mendekati sekolah, jalanan macet, tepatnya di depan Sekolah Insan Kamil. Biasalah  hari Senin loe bisa pikirin lah bagaimana kondisi lalu lintasnya xixixi…..

g3
Lokasi macet dan jalan pintas

Jadi untuk menghindari macet saya meminta pengemudi GoJek lewat jalan pintas yang melalui perkampungan belakang sekolah. Akhirnya, saya berhasil sampai di sekolah dan saya tidak terlambat malah agak terlalu cepat karena mobil jemputan saya belum tiba dan sekolah masih sepi.

g5
Ongkos yang saya bayar.
Oke segitu dulu artikelnya ya…….

Salam

Pengalaman Naik Go-Jek

Tentang Anoa

Ini adalah tulisan tugas sekolah pelajaran komputer tentang hewan-hewan. Saya memilih anoa karena ini hewan langka sehingga harus diabadikan:

Anoa adalah hewan endemik pulau Sulawesi dan hewan ini adalah maskot Provinsi Sulawesi Tenggara. Berdasarkan persebarannya, hewan ini tergolong fauna peralihan. Sejak tahun 1960-an, anoa berada dalam daftar hewan yang terancam punah. Populasi anoa dalam beberapa tahun terakhir menurun secara drastis dan diperkirakan kurang  5.000 ekor yang masih bartahan hidup. Penurunan populasi anoa diakibatkan perburuan anoa yang kian marak. Sebagian besar bagian tubuh anoa yang diburu adalah kulit, tanduk, dan daging.

JENIS-JENIS ANOA

Ada dua spesies anoa, yaitu anoa pegunungan (Bubalus quarlesi) dan anoa dataran rendah (Bubalus depressicornis). Kedua jenis ini tinggal dalam hutan yang tidak dijamah manusia. Keduanya juga termasuk jenis yang agresif dan sulit dijinakkan untuk dijadikan hewan ternak. Kedua jenis anoa ini dibedakan berdasarkan bentuk tanduk dan ukuran tubuh. Anoa dataran rendah relatif lebih kecil, ekor lebih pendek dan lembut, serta memiliki tanduk melingkar. Sementara anoa pegunungan lebih besar, ekor panjang, berkaki putih, dan memiliki tanduk kasar dengan penampang segitiga. Penampilan mereka mirip dengan kerbau, dengan berat berat tubuh 150-300 kilogram dan tinggi 75 centimeter. Saat ini konservasi anoa difokuskan pada perlindungan terhadap kawasan hutan dan penangkaran. Banyak yang menyebut anoa sebagai kerbau kerdil.

 

anoapegunungan
Anoa pegunungan (Sumber: alamendah.com)

 

anoadataranrendah
Anoa dataran rendah (Sumber: anneahira.com)

 

HABITAT ANOA

 

Habitat anoa berada di hutan dataran tropika, sabana (savanna), terkadang juga dijumpai di rawa-rawa. Mereka merupakan penghuni hutan yang hidupnya berpindah-pindah tempat. Apabila menjumpai musuhnya, anoa akan mempertahankan diri dengan mencebur ke rawa-rawa dan jika terpaksa melawan, mereka akan menggunakan tanduknya.

Berbeda dengan sapi yang lebih suka hidup berkelompok, anoa hidup semi soliter, yaitu hidup sendiri atau berpasangan dan hanya akan bertemu dengan kawanannya jika si betina akan melahirkan. Mereka paling aktif pada saat pagi dan sore hari, ketika udara masih dingin. Karena kebiasaan mendinginkan tubuh, anoa menyukai berendam di lumpur atau air.

MAKANAN

Anoa termasuk hewan herbivora. Di alam bebas, anoa memakan makanan yang berair (aquatic feed), seperti pakis, rumput, tunas pohon, buah-buahan yang jatuh, dan jenis umbi-umbian. Anoa dataran rendah terkadang juga meminum air laut yang diduga untuk memenuhi kebutuhan mineral mereka.

th
Sumber: hasriyadilabora.blogspot.com

REPRODUKSI

 

Setiap tahun induk anoa rata-rata melahirkan satu bayi. Anoa bisa bertahan hidup sekitar 20 hingga 25 tahun, dan sudah mampu kawin serta berkembang biak pada usia 2 sampai 3 tahun. Periode kehamilan terjadi selama 276 sampai 315 hari. Bayi yang dilahirkan induknya hanya satu ekor, dan sangat jarang sekali mereka sampai melahirkan hingga dua ekor bayi. Saat dilahirkan, bayi anoa memiliki bulu berwarna cokelat keemasan atau kekuningan dan sangat tebal. Warnanya perlahan akan berubah menjadi lebih gelap seiring dengan pertumbuhannya.

 

Sumber tulisan: Wikipedia

 

 

Tentang Anoa

Motor Ayah yang Bobrok

Sebenarnya tulisan ini gak penting, tapi karena sekalian tambah kategori tentang mocin, ditulis sajalah. Langsung saja kita ke motornya.

Jpeg

Sepeda motor ayah saya merk Kanzen jenis Kelana, sepeda motor pertama buatan dalam negeri, yang bekerja sama dengan Korea sehingga mesinnya memakai Daelim. Umur sepeda motor ini lebih tua dari usia saya. Ayah saya mendapatkan dari kantornya beberapa hari sebelum saya lahir pada 13 Juli 2004. Karena sudah lebih sepuluh tahun, motor itu bobrok. Ayah saya memakainya hanya untuk ke Stasiun Bogor jika akan ke kantornya tiap pagi.

Kecepatan yang bisa dicapai saat ini adalah 40 km/jam (kalau diukur menggunakan GPS karena speedometernya mati). Padahal saat baru beli kecepatannya bisa mencapai 140 km/jam. Banyak yang bilang bahwa Kanzen adalah mocin (motor Cina) tapi sebenarnya Kanzen adalah mokor (motor Korea) seperti yang saya katakan pada paragraf kedua.

 

Jpeg
Speedometer yang sudah rusak.

Karena motor ini jarang dirawat, motor ini jadi banyak masalahnya, seperti speedometer mati karena mesin jarumnya rusak (akhirnya kabelnya yang nyambung ke roda depan dipotong), fuel meter masih berfungsi tapi jarumnya mentok di posisi setengah tidak bisa lanjut ke full, baut pengikat body dengan bagasi sudah copot keduanya, accu soax (jadinya lampu sein bisa nyala tapi tidak kejep-kejep, lampu depan mati tapi lampu belakang nyala, klakson mati, dan elektrik starter mati), panel penutup klakson pecah bawahnya, rem depan blong, rem belakang sudah hampir blong, mesin dan knalpot kadang mengeluarkan asap, dll.

Jpeg
Gear speedometer.

Meski bobrok, ayah saya tetap memakainya dan tidak mau menjualnya dengan alasan motor ini adalah kendaraan pertamanya. Padahal saya sudah minta ganti dengan Yamaha R15 atau Yamaha R6 atau Yamaha Byson atau Yamaha Vixion atau Honda Verza. Kalau masih tidak mau, ganti dengan Yamaha Jupiter MX King atau Suzuki Satria FU150i atau Suzuki Satria FU150 atau Yamaha Jupiter MX135. Kalau masih tidak mau juga, tukar saja dengan Yamaha Vega 110 milik uwak saya, meski itu pilihan terakhir.

Setiap saya kasih pilihan-pilihan itu, ayah saya menjawab begini: “Selain kendaraan pertama, itu harta pertama ayah. Lagipula, kalau masih bisa dipakai kenapa harus ganti yang baru.”

Jadi hilang sudah harapan punya motor baru impian.

Salam biker Indonesia.

Motor Ayah yang Bobrok

4 Sepeda Motor yang Terlupakan

Halo para biker se-Indonesia😀!

Akhirnya, saya bisa ngeblog, setelah sekian lama halaman kosong. Ok, di tulisan saya yang pertama ini saya akan menceritakan motor-motor di Indonesia yang terlupakan, entah sepeda motor yang sudah lama distop produksinya atau motor yang tidak laku sehingga “disuntik mati”. Daripada kepanjangan langsung saja kita ke motor yang pertama, yaitu….

  1. Suzuki Arashi

 

IMG_0857
Sumber: All 4 Speed

Motor yang mengambil basis dari Suzuki Shogun 125 ini diproduksi sekitar tahun 2005-an, saat itu belum ada motor bebek yang menggunakan lampu depan di dada. PT. Suzuki Indomobil Sales (PT. SIS) juga berkata bahwa motor ini bakalan laris manis karena desainnya yang beda dari yang lain walaupun masih ada bagian Suzuki Shogun di motor ini seperti speedometer, lampu belakang, dan mesin pun masih 125 cc 4 stroke. Sayangnya masyarakat malah sedikit yang membeli motor ini karena desainnya yang aneh, mungkin ini menjadi penyebab bahwa Yamaha Motors tidak mau tidak mau memasukan Yamaha X1 maupun Yamaha X1R ke Indonesia. Pada pertengahan 2006 akhirnya Suzuki Arashi “disuntik mati”.

2. Yamaha Sigma

 

IMG_0858
Sumber: setia1heri.com

Motor yang pertama kali diproduksi tahun 1997 ini adalah penerus dari Yamaha Alfa yang masih bermesin 102cc 2 stroke dan masih menggunakan sasis, platform, rangka, dan mesin Yamaha Alfa dan hanya ganticover body saja. Walaupun hanya ganti cover body tapi ada bagian yang disempurnakan, salah satunya rem depan yang tadinya rem tromol menjadi rem cakram. Sayangnya penyempurnaan desain body serta rem cakram tidak membuat motor ini laris manis apalagi mesin motor ini selalu kesusahan untuk memberikan tenaga saat melintasi tanjakan sehingga konsumen yang tinggal di daerah pegunungan agak malas membeli lalu memakainya dan lebih baik beli Honda Astrea saja walaupun kapasitas mesinnya lebih kecil dari Yamaha Sigma yaitu hanya 97cc namun lebih bertenaga. Tak lama kemudian Yamaha Sigma memiliki saingan satu kamar yaitu Yamaha Crypton yang bermesin 4 stroke dan lebih irit dari Yamaha Sigma. Dan pada tahun 2003 hingga 2005, Yamaha Sigma mulai disuntik mati sehingga pada tahun-tahun tersebut Yamaha Sigma mulai jarang terlihat di beberapa dealer Yamaha di Indonesia.

3. Honda Supra XX/Supra V

 

images
Sumber: http://www.motorganteng.com

Awalnya saya agak kaget ketika melihat motor ini karena Honda Supra memakai kopling yang sudah dipasang langsung dari pabrik, namun saat melihat stripingnya motor ini bernama Supra XX. Memang menurut saya motor Ini agak aneh kalau diberi opsi memakai kopling karena motor ini sering dipakai ibu-ibu untuk aktivitas sehari-harinya, memang ibu-ibu mau ngebut ke pasar?!…… Selain Supra XX juga ada yang bernama Supra V yang juga memakai kopling. Tapi karena Honda Supra mayoritas dipakai ibu-ibu akhirnya Supra XX dan Supra V tidak laku.

4. Piaggio Corsa

 

images (1).jpg
Sumber: flickriver.com

Motor ini masih satu basis dengan Piaggo Vespa namun transmisinya diganti dengan transmisi CVT matic, mungkin bisa dibilang Vespa matic. Dari segi kubikasi mesin tidak ada yang berubah yaitu tetap 150cc 2 stroke. Tapi karena saat itu matic belum terlalu meng-Indonesia motor ini jadi kurang laku bahkan bisa dibilang sangat tidak laku. akhirnya motor ini disuntik mati.

Salam bikers Indonesia,
4 Sepeda Motor yang Terlupakan